Thursday, November 3, 2011

Percobaan tentang Hukum Hooke


       I.            Tujuan
Siswa dapat memahami bahwa pertambahan panjang pegas sebanding dengan gaya yang bekerja pada pegas.

    II.            Teori
Hukum Hooke adalah hukum atau ketentuan mengenai gaya dalam bidang ilmu fisika yang terjadi karena sifat elastisitas dari sebuah pir atau pegas. Besarnya gaya Hooke ini secara proporsional akan berbanding lurus dengan jarak pergerakan pegas dari posisi normalnya, atau lewat rumus matematis dapat digambarkan sebagai berikut:
F=-kx
di mana:
F adalah gaya (dalam unit newton)
k adalah konstanta pegas (dalam newton per meter)
x adalah jarak pergerakan pegas dari posisi normalnya (dalam unit meter).
Bila sebuah benda diregangakan oleh gaya, maka panjang benda akan bertambah. Panjang atau pendeknya pertambahan panjang benda tergantung pada elastisitas bahan dari benda tersebut dan juga gaya yang diberikannya. Apabila benda masih berada dalam keadaan elastis ( batas elastisitasnya belum dilampaui), beradasarkan hukum Hooke pertambahan panjang sebanding dengan besar gaya F yang meregangkan benda. Asas ini berlaku juga bagi pegas heliks, selama batas elastisitas pegas tidak terlampaui.

 III.            Alat dan Bahan
1.    Statif
2.    Beban
3.    Jepit penahan
4.    Pegas spiral
5.    Mistar
 IV.            Prosedur Percobaan
1.      Susun alat percobaan  
2.      Gantungkan satu beban  50 gram pada ujung bawah pegas. Nilai ini adalah berat awal untuk pegas. Catat dalam tabel pengamatan.
3.      Ukur panjang pegas awal (L0). Agar tidak membingungkan, ukur panjang pegas dari suatu titik tetap teratas (misalnya tepi pasak pemikul) ke suatu titik tetap terbawah (misalnya ujung bawah pegas). Catat dalam tebel pengamatan.
4.      Tambahkan beban, lalu ukur panjang pegas (L).
5.      Ulangi langkah percoban ke-4 dan lengkapi tabel data pengamatan berikut ini!
No.
Massa (gram)
F(N)
L0 (cm)
L (cm)
L-L0
(cm)
1
50




2
100




3
150




4
200




5
250





6.      Perhatikan kecenderungan masing-masing tabel dari atas ke bawah
7.      Bagaimana hubungan antara F dan L
8.      Gunakan persamaan (teori) untuk menghitung konstanta pegas



    V.            Hasil Pengamatan
Tabel hasil percobaan:

No.
Massa (gram)
F(N)
L0 (cm)
L (cm)
 L-L0
(cm)
1
50
0,5
6,4
8,5
2,1
2
100
1
6,4
13,5
7,1
3
150
1,5
6,4
18,5
12,1
4
200
2
6,4
23,5
17,1
5
250
2,5
6,4
28,5
22,1

 VI.            Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan didapatlah hubungan antara F dan L, gaya dan pertambahan panjang sebanding (berbanding lurus). Semakin besar gaya maka semakin besar panjang pada pegas.

No comments:

Post a Comment